Jumat, 04 Oktober 2013

MENANTI SEPAK TERJANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DALAM IMPIAN JAKARTA FREE TRAFFIC



Dalam wawancara bersama Kompas wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengindikasikan sambil menunggu sistem jalan berbayar atau ERP (electronik road pricing) rampung, ia mewacanakan memakai sistem “Pass Holgram” .

Menurutnya pass hologram hampir mirip dengan sistem ERP . Tiap kendaraan yang akan masuk jalan-jalan utama, seperti Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Rasuna Sid, harus memilik stiker yang berhologram. Jika tidak maka kendaraan tidak bisa melintas, harga stiker tersebut sekitar Rp.1juta.
Hal ini ditekan agar masyarakat beralih ke transportasi umum. Namun sebelum menetapkan sistem mana yang akan digunakan alangkah baiknya pemprov DKI Jakarta terlebih dahulu membenahi transportasi umum itu sendiri, seperti fasilitas yang diberikan, tingkat keamanan dan kenyamanan kepada pengguna serta ke efektifan waktu untuk pengguna.

Mulailah belajar dari negara jepang, Transportasi di jepang amat sangat beragam, mulai dari sepeda,bis,ferry, dan kereta api super cepat (shinkansen) yang merupakan salah satu kereta tercepat di dunia. Seluruh negri di jepang telah terisi dengan jalur kereta api termasuk jalur kereta api bwah tanah.

Semua masyarakat jakarta pastinya ingin menggunakan transportasi umum yang akan berdampak besar kepada lingkingan di sekitar kota, seperti berkurangnya polusi udara, tidak ada kemacetan dimana-mana. Namun apabila melihat kondisi transportasi umum yang ada saat ini, mungkin masyarakat lebih memilih bermacet-macetan daripada menggunakan transportasi umum yang fasilitas dan tingkat keamanan serta kenyamanannya masih di pertanyakan.

Semoga dengan adanya itikad baik dari pemprov dalam menanggulangi masalah dan polusi udara di jakarta yang makin kompleks, dapat menemukan solusi yang tepat agar masyarakat beralih kepada transportasi umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar